Teknologi

Kenapa Biaya Domain Itu Mahal Bisa Mencapai Miliaran Rupiah?

Jika anda pernah mencari-cari nama domain untuk perusahaan anda atau klien anda dengan ekstensi seperti .com, .net dan .org dengan panjang nama domain 5 karakter ke atas saat ini harganya terbilang murah rata-rata Rp. 200.000 ke bawah atau untuk ekstensi .id rata-rata Rp. 500.000 ke bawah. Namun untuk nama domain yang dibawah 5 karakter harganya kok bisa jutaan hingga miliaran rupiah ya, contohnya nama domain z.com yang dibeli oleh provider Internet dan website GMO Internet dari Jepang dari Nissan Motor dengan harga 800 juta Yen atau US $6.784.000. Jika dirupiahkan sekitar Rp. 99 miliar. Atau contoh lainnya domain jd.id yang didaftarkan oleh perusahaan asal Tiongkok dengan biaya Rp. 500 juta atau kurang dari US $50.000. Perusahaan yang sama sebelumnya membeli domain jd.com seharga US $5.000.000. 100 kali lipat lebih mahal!

Mengapa bisa mahal?

Baiklah gini ya, memiliki nama domain cantik di internet sama seperti memiliki toko atau kantor di pinggir jalan besar di sebuah pusat bisnis. Domain yang panjang dan sulit dihapalkan membuat bisnis anda seperti berada di daerah pinggiran yang kumuh dan tidak menarik untuk didatangi.
Apa gak bisa ya buat ekstensi domain sendiri saja biar gak harus beli? tentu bisa namun harus kita ketahui bahwa komputer server kita supaya bisa diakses oleh pengguna diseluruh dunia dengan nama domain dan ip address itu bertele-tele karena komputer server kita harus terhubung dengan seluruh komputer yang ada di dunia ini, baik lewat jaringan nirkabel maupun jaringan kabel.


Oleh karena itu nama domain hanya dikelola oleh sebuah lembaga non-profit dibawah pemerintahan Amerika Serikat yang bernama Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) tepatnya berkantor pusat di Los Angeles, California, Amerika. ICANN sendiri adalah organisasi swasta nirlaba dan badan yang mengatur Internet. ICANN bertanggung jawab untuk operasi teknis Sistem Nama Domain (DNS) dan kebijakan yang menentukan bagaimana nama dan alamat dari Internet bekerja.
Kalau gitu gimana misalnya jika kita ingin membuat ekstensi domain sendiri misalnya ingin membuat ekstensi domain .asro namun dapat diakses oleh pengguna diseluruh dunia? Solusinya hanya satu, ya di ICANN.
Di ICANN ini bukan hanya buat ekstensi domain yang bisa kita lakukan tapi juga kalau ada yang mau jadi Registrar domain TLD (Top Level Domain) seperti domain .com, .net, .org dan lainnya juga bisa daftar di sana. Jadi perlu diketahui juga bedanya Registrar sama Reseller. Jadi kalau Registrar kita terdaftar langsung dari si ICANN-nya, sedang Reseller kita jadi member dari perusahaan yang sudah daftar di ICANN, ya istilahnya orang ketiga.
Untuk mengetahui langkah-langkah dan persyaratan pembuatan ekstensi domain baru, silahkan lihat di https://archive.icann.org/en/tlds/application-process-03aug00.htm jika tidak mengerti bahasanya silahkan terjemahkan saja di Google Translate

Berapa biaya buat ekstensi domain baru?

Dari yang saya baca di https://archive.icann.org/en/tlds/application-process-03aug00.htm pada tanggal 08 Januari 2019, terbaca bahwa untuk pengajuannya saja kita sudah harus siap dana US $50.000 atau setara dengan Rp. 650.000.000 (Enam Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Dan dana ini sebenarnya hanya untuk bukti saja kalau kita siap menjalankan bisnis tersebut, karena pada dasarnya dana yang minta disipakan adalah US $180.000 atau sekitar Rp. 2.340.000.000 (2,3 Miliar). Wow besar sekali!! Ya iyalah. ini kan bisnis besar dan skalanya internasional dan penghasilannya juga gak main-main. Bahkan kalau ekstensi domain kita sudah bisa listing di Godaddy.com dan lainnya kira-kira kurang 3 tahun sudah bisa balik modal (kalau promosinya optimal).


Jika dipikir-pikir mungkin mahalnya domain seperti contohnya ekstensi domain .car atau .auto yang meskipun nama domain yang ingin kita daftarkan di atas 5 karakter tetep saja harganya mahal sekitar Rp. 40 jutaan, mungkin juga selain karena nama domain-nya cantik dan unik untuk perusahaan tertentu, tapi karena proses pembuatan nama domain-nya juga lumayan susah dan biaya pembuatan-nya pun mahal.
Semoga informasi ini bermanfaat.

Owner and Founder of Asro Teknologi

6 Comments

6 Comments

  1. Bang Day

    Rabu, 9 Januari 2019 at 11:13 am

    Trims penjelasannya, jadi tau beda register dan reseller

  2. lantana hermosa

    Kamis, 10 Januari 2019 at 4:14 am

    Mahal banget yaa…
    saya punya blog masih yang gratisan….hiks…belum sanggup bayar…Btw, thanks buat infonya

  3. joni

    Jumat, 18 Januari 2019 at 4:24 pm

    ya begitulah ICANN mending sekalian bikin root name server sendiri hahaha tp sulit sepertinya
    apalagi kl udh cek domain di godaddy berkali kali tp gk jadi beli, bisa di take over duluan

    • Asep Rohimat

      Jumat, 18 Januari 2019 at 7:35 pm

      Yups…! kalo bikin root name server sendiri pasti ribet lah apalagi gak ada uang untuk ini itu-nya, kita gak bisa ngapa-ngapain juga, karena Internet pertama kali dibentuknya juga di Amerika Serikat, jadi saat ini induk-nya internet masih di Amerika Serikat… Meskipun syarat dan ketentuannya berat ya harus gimana lagi. Jadinya ngikut orang tua aja lah. Heheee. 🙂

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Teknologi

Trending

Topik

To Top